Delegasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bersama sejumlah Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) melakukan kunjungan silaturahmi ke kampus STAIN Majene, Sulawesi Barat. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara ormas keagamaan dengan institusi pendidikan tinggi Islam dalam merawat kerukunan umat. Bahkan, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mendiskusikan tantangan dakwah kontemporer di era digital yang semakin kompleks.
Pihak STAIN Majene menyambut hangat kehadiran para tokoh lintas organisasi tersebut sebagai bentuk penguatan jejaring akademik dan keagamaan. Oleh karena itu, pertemuan ini fokus pada pengembangan moderasi beragama bagi para mahasiswa dan tenaga pendidik di lingkungan kampus. Seluruh pihak sepakat bahwa kolaborasi antar-elemen bangsa merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial dan spiritual di masyarakat.
Penguatan Moderasi Beragama di Kampus
Delegasi LDII dan NU menekankan pentingnya pemahaman keagamaan yang inklusif dan toleran bagi generasi muda saat ini. Selain itu, para cendekiawan NU memaparkan konsep Islam Nusantara yang selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal di Sulawesi Barat. Sebab, kampus harus menjadi benteng utama dalam menangkal penyebaran paham radikal yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
Akibatnya, para mahasiswa kini memiliki wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya menghargai perbedaan pandangan dalam beragama. Namun, pimpinan STAIN Majene tetap mengingatkan agar diskusi keagamaan selalu bersandar pada metodologi ilmiah yang kuat dan objektif. Selanjutnya, pihak kampus berencana melibatkan tokoh LDII dan NU dalam berbagai seminar nasional guna memperkaya khazanah pemikiran mahasiswa.
Kolaborasi Dakwah dan Pendidikan
Kunjungan ini juga membahas peluang kerja sama dalam bidang penelitian sosial-keagamaan yang menyasar masalah-masalah kemasyarakatan di Majene. Bahkan, LDII menawarkan konsep “Dakwah Digital” yang efektif untuk menjangkau kelompok milenial tanpa menghilangkan substansi nilai-nilai islami. Oleh sebab itu, STAIN Majene menyambut baik tawaran tersebut sebagai bagian dari pengabdian masyarakat yang lebih modern.
Baca juga:Pemda Majene Hadiri Rakornas 2026, Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas

“Sinergi antara ormas dan kampus akan menciptakan iklim intelektual yang menyejukkan bagi semua golongan. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi kehadiran para tokoh hari ini,” ujar Ketua STAIN Majene saat menyambut tamu.
Selanjutnya, delegasi juga meninjau beberapa fasilitas pendidikan di kampus guna melihat potensi pengembangan sarana dakwah berbasis teknologi informasi. Dengan demikian, STAIN Majene diharapkan dapat menjadi pusat keunggulan (center of excellence) bagi kajian Islam di wilayah Sulawesi Barat.
Membangun Masa Depan Umat yang Solid
Pertemuan ini menghasilkan beberapa nota kesepahaman informal terkait pengembangan sumber daya manusia di sektor keagamaan. Sebab, tantangan zaman menuntut para pendakwah dan akademisi untuk memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan umat. Oleh karena itu, komunikasi yang rutin antara LDII, NU, dan kampus menjadi syarat mutlak dalam mewujudkan visi tersebut.
Berikut adalah tiga poin utama hasil kunjungan ke STAIN Majene:
-
Sinergi Kurikulum: Menyelaraskan muatan dakwah ormas dengan kajian akademik moderasi beragama di dalam kelas.
-
Penelitian Bersama: Melakukan studi mendalam mengenai peta kerukunan umat beragama di wilayah pesisir Sulawesi Barat.
-
Pertukaran Narsumber: Melibatkan pakar dari NU dan LDII sebagai dosen tamu dalam mata kuliah umum terkait kepemimpinan Islam.
Meskipun demikian, implementasi nyata dari pertemuan ini memerlukan tindak lanjut yang konsisten dari seluruh pihak terkait di lapangan. Sebagai penutup, kunjungan LDII dan Cendekiawan NU ke STAIN Majene merupakan langkah nyata dalam merajut ukhuwah Islamiyah yang kokoh. Dengan demikian, kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang luas bagi pembangunan karakter masyarakat di Kabupaten Majene dan sekitarnya.





